Pemulihan akses air bersih merupakan bagian penting dari upaya pemenuhan hak dasar masyarakat terdampak bencana. Upaya pemulihan lingkungan dengan pengadaan peralatan guna memperlancar kembali akses air bersih bagi warga desa terdampak banjir.
Untuk pemulihan tersebut, YPANBA bersama perangkat desa di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Utara melaukan Pemulihan lingkungan melalui kegiatan gotong royong bersama masyarakat, seperti pembersihan fasilitas umum berupa meunasah, saluran air, serta sumur umum yang selama ini digunakan secara komunal oleh warga.

Selain kegiatan kerja bakti, YPANBA juga menyalurkan bantuan berupa mesin pompa air yang dapat digunakan secara bergiliran oleh masyarakat untuk membersihkan sumur-sumur dari endapan lumpur pascabanjir. Sebelumnya, keterbatasan akses air bersih menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi warga karena sumber air dari sumur tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perwakilan YPANBA menegaskan bahwa pemulihan akses air bersih merupakan bagian penting dari upaya pemenuhan hak dasar masyarakat terdampak bencana.
“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus segera dipulihkan pascabencana. Melalui dukungan peralatan dan keterlibatan langsung di lapangan, YPANBA berupaya memastikan masyarakat dapat kembali mengakses air bersih secara layak dan aman,” ujar Ruwaida, Ketua YPANBA.

Sementara itu, aparatur desa setempat mengapresiasi kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan YPANBA dalam proses pemulihan lingkungan.
“Dukungan dari YPANBA sangat membantu warga kami, khususnya dalam membersihkan sumur dan fasilitas umum yang terdampak banjir. Upaya ini mempercepat proses pemulihan dan meringankan beban masyarakat,” kata salah satu aparatur desa.
Kegiatan pemulihan lingkungan ini dilaksanakan secara paralel oleh Tim Relawan YPANBA di Desa Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, serta Desa Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjangkau sedikitnya dua desa dengan penerima manfaat langsung lebih dari 1.302 kepala keluarga atau sekitar 3.725 jiwa yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air bersih pascabanjir.









