Hujan Durasi Lama Landa Aceh, Sebabkan Banjir Disejumlah Wilayah

Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur Provinsi Aceh 24 jam terakhir, menyebabkan 4 kabupaten dijalur pantai utara-timur Aceh terendam banjir genangan. Masing-masing Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Bireun dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Di Kabupaten Pidie, 20 Kecamatan dilaporkan dilanda banjir akibat hujan dan luapan sejumlah sungai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pidie, menyebutkan banjir terjadi akibat enam sungai meluap karena hujan deras dan tak dapat menampung debit air yang bertambah dengan cepat.

Sungai yang meluap adalah sungai Krueng Tiro, sungai Krueng Lala, sungai Krueng Rukoh, sungai Krueng Reube, sungai Krueng Paloh dan sungai Krueng Baro Raya.

Adapun 20 kecamatan yang terdampak adalah Kecamatan Pidie, Kecamatan Mutiara Tiur, Kecamatan Indra Jaya, Kecamatan Sakti, Kecamatan Geulumpang Baro, Kecamatan Keumala, Kecamatan Titeu, Kecamatan Delima, Kecamatan Geulumpan Tiga, Kecamatan Padang Tijie, Kecamatan Grong-grong, Kecamatan Batee, Kecamatan Muara Tiga, Kecamatan Simpang Tiga, Kecamatan Kembang Tanjong, Kecamatan Peukan Baro, Kecamatan Mila, Kota Sigli dan Kecaatan Tiro.

Air merendam permukiman dengan ketinggian 30-40 sentimeter. Sebanyak 178 jiwa warga Gampong di Kecamatan Pidie, terpaksa harus mengungsi karena ketinggian air mencapai 100 sentimeter.

Di Kabupaten Bireun, banjir merendam 11 kecamatan Sabtu (21/01/2023). 11 kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Peusangan, Kota Juang, Jeumpa, Juli, Peudada, Peulimbang, Jeunieb, Pandrah, Simpang Mamplam, Samalanga, dan Kecamatan Makmur.

Koordinator Tagana Kabupaten Bireuen, Zulfikar mengatakan, banjir terjadi karena luapan sungai di Kabupaten Bireuen akibat hujan deras.

Banjir membuat 2.514 jiwa mengungsi. “Ketinggian air bervariasi mulai 40 sentimeter hingga satu meter,” ujar Zulfikar, Sabtu (21/01/2023).

Saat ini titik pengungsi berada dua lokasi di Kecamatan Pandrah dan dua lokasi di Peulimbang.

“Mereka mengungsi ke meunasah (mushalla). Bantuan masa panik juga sudah kita salurkan,” kata Zulfikar. Petugas terpadu mulai dari TNI/Polri, BPBD, dan lainnya sudah berada di lokasi banjir.

“Termasuk mengatur arus lalu lintas, di Jeunib dan Peudada, yang merupakan  arus utama jalur Medan-Banda Aceh yang badan jalannya terendam banjir,” ujar dia.

Banjir rendam 2 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/01/2023).

Banjir juga merendam dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, masing-masing 5 desa terdampak di Kecamatan Bandar Pusaka, dan 1 desa di Kecamatan Sekerak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang melaporkan 27 unit rumah di Desa Juar terendam banjir akibat,  akibat intensitas hujan sedang hingga lebat yang mengguyur kawasan tersebut sejak jumat pagi. Hujan menyebabkan adanya peningkatan debit air di Sungai Tamiang bagian hulu dan sebagian wilayah mulai terdampak banjir.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Iskandar Muda, mengeluarkan peringatan dini akan adanya pertemuan dan perlambatan kecepatan angina (Konvergensi) di wilayah Aceh yang menyebabkan adanya peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh hingga tanggal 22 Januari 2023.

Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi SIM, Zakaria mengimbau warga untuk waspada akan adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang akibat curah hujan lebat dan hujan dengan durasi lama. (Yan).

Tulisan Terkait

Bagikan Tulisan

Berita Terbaru

Newsletter

Subscribe to stay updated.