Riuh tepuk tangan menutup gerakan kuncian yang diperlihatkan Kevin Maulana, pada pengantar proses ujian kenaikan tingkat Pencak Silat Militer (PSM) yang berlangsung di Lapangan Jasdam, Neusu, Banda Aceh, pertengahan Juli 2025.
Kevin dan 3 rekannya yang lain, Gavin, Imran dan Baihaqi akan memimpin ujian kenaikan tingkat sabuk bela diri PSM yang diikuti oleh 274 prajurit TNI dijajaran Kodam Iskandar Muda.
PSM adalah Pencak Silat Militer, sebuah seni bela diri berbasiskan Silat, namun juga dipadukan dengan beberapa jurus kunci dari seni bela diri lainnya seperti Karate dan Taekwondo. Tapi bedanya adalah, PSM adalah bela diri yang digunakan saat tempur dan bertujuan mematikan lawan.
“Makanya dinamakan Pencak Silat Militer, karena dalam militer setiap strategi tempur tujuannya harus mematikan lawan, tapi disini prajurit juga dilatih untuk mengontrol diri, jika bela diri terpaksa digunakan memang untuk membela diri dari serangan bukan tempur, atau bahkan mungkin untuk pertandingan prestasi, ” jelas Kevin, yang juga sebagai Ketua tim Pelatih.
Harusnya para prajurit latihan dulu selama 3 bulan, baru bisa ujian naik tingkat, tambah Kevin, tapi karena kebutuhan untuk membentuk padepokan disetiap Kodim nendesak, makanya latihan dimaksimalkan agar bisa melatih di kodim kodim jajaran Kodam Iskandar Muda.
Kevin dan tiga rekannya merupakan lulusan PSM di padepokan Kopasus, Malang Jawa Timur. Mereka dilatih dan dididk untuk menyebarkan PSM diseluruh jajaran Kodam diseluruh Indonesia.
“Setelah kami lulus, maka kami bertugas untuk melatih prajurit lainnya di wilayah Kodam masing-masing agar segera terbentuk padepokan-padepokan yang baru,” ujarnya.

Gagasan PSM berawal dari visi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang ingin menjadikan pencak silat sebagai bela diri wajib prajurit TNI AD sekaligus mengantarkannya ke kancah prestasi nasional dan internasional.
PSM bukan sekadar pelatihan bela diri biasa. Ini adalah upaya strategis TNI AD untuk melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan ketahanan fisik dan mental prajurit. Sebagai seni bela diri asli Indonesia, pencak silat telah lama menjadi simbol keberanian, kedisiplinan, dan jiwa ksatria.
Kini, melalui kolaborasi berbagai aliran, PSM dikembangkan sebagai sistem bela diri tempur modern yang disesuaikan dengan kebutuhan operasi militer.
PSM tidak hanya fokus pada teknik bertarung, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan rasa bangga terhadap warisan leluhur. Dalam pelatihan ini, para prajurit tidak hanya diajarkan jurus-jurus andalan berbagai aliran pencak silat, tetapi juga taktik aplikatif untuk situasi tempur.
Kajasdam Iskandar Muda Kolonel Kav Muhammad Darwis, menegaskan, selain untuk membantu pertahanan diri dan keluarga, seni bela diri ini juga akan terus meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta NKRI.

Dengan semangat pantang menyerah, PSM diharapkan menjadi salah satu pilar pembinaan prajurit TNI AD yang tangguh di medan laga maupun di ajang prestasi. (Yan)









