DIGDATA – Elon Musk, pendiri xAI, baru saja memberikan update terbaru mengenai proyek ambisius bernama Macrohard, yang bertujuan menciptakan perusahaan software yang sepenuhnya dijalankan oleh kecerdasan buatan (AI). Proyek ini, yang pertama kali diumumkan pada Agustus 2025, digadang-gadang sebagai tantangan langsung bagi raksasa teknologi seperti Microsoft, dengan fokus pada simulasi operasi perusahaan tanpa keterlibatan manusia secara langsung.
Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, adalah penggagas utama melalui perusahaan AI miliknya, xAI. Proyek ini melibatkan tim engineer yang direkrut secara aktif, termasuk spesialis di bidang Rust, Linux, dan jaringan, dengan lokasi kerja di Palo Alto, California, atau London, Inggris. xAI juga telah mengajukan merek dagang “Macrohard” pada 1 Agustus 2025, yang mencakup berbagai layanan AI seperti software pembuatan suara dan teks mirip manusia, chatbot, serta perangkat lunak untuk desain dan pengembangan game.
Macrohard adalah inisiatif untuk membangun perusahaan software yang sepenuhnya berbasis AI, di mana agen-agen AI akan menangani segala hal mulai dari penulisan kode, pengujian produk, manajemen alur kerja, hingga deployment software. Nama “Macrohard” merupakan plesetan humoris dari “Microsoft” (lawan dari “Micro-soft”), tetapi Musk menegaskan bahwa proyek ini sangat nyata dan bukan sekadar lelucon. Tujuannya adalah menciptakan entitas yang bisa melakukan hampir segala hal kecuali memproduksi objek fisik secara langsung, meskipun bisa melakukannya secara tidak langsung mirip seperti Apple yang mengandalkan mitra manufaktur untuk perangkatnya.
Proyek ini pertama kali disebutkan Musk secara publik pada 2021 melalui tweet sederhana, tetapi pengumuman resmi dan pengembangan serius dimulai pada Agustus 2025. Update terbaru datang pada 12 Oktober 2025, di mana Musk menyatakan bahwa Macrohard akan berdampak besar pada skala yang luar biasa, dengan target operasional penuh menjelang akhir 2025.
Almost there pic.twitter.com/YsHhWXq0X9
— Elon Musk (@elonmusk) October 12, 2025
Proyek ini terintegrasi dengan infrastruktur xAI, termasuk superkomputer Colossus II di Memphis, Tennessee, yang memiliki kapasitas gigawatt dengan 300.000 hingga 500.000 GPU Nvidia. Musk bahkan memposting bahwa kata “MACROHARD” sedang dilukis di atap cluster superkomputer tersebut agar terlihat dari luar angkasa. Rekrutmen berfokus pada pusat-pusat teknologi seperti Palo Alto dan London, sementara operasi AI akan berbasis cloud dan simulasi virtual.
Musk melihat peluang untuk merevolusi industri software dengan membuktikan bahwa operasi perusahaan seperti Microsoft yang tidak memproduksi hardware fisik bisa sepenuhnya diotomatisasi oleh AI. Tujuannya adalah mempercepat inovasi, mengurangi biaya tenaga kerja manusia, dan mendominasi pasar AI, di tengah persaingan ketat dengan perusahaan seperti OpenAI dan Microsoft. Meskipun ada kontroversi ringan terkait nama yang mirip kata kasar dalam bahasa Hindi, Musk tetap melanjutkan, menekankan dampak potensialnya dalam mengubah ekosistem teknologi.
Macrohard akan memanfaatkan model AI Grok dari xAI dan sistem multi-agen untuk mensimulasikan tim manusia dalam pembuatan software. Prosesnya melibatkan AI yang menangani coding, QA, dan kolaborasi virtual, didukung oleh investasi besar seperti $18 miliar untuk hardware. xAI sedang merekrut talenta global untuk membangun sandbox eksekusi, dengan harapan menciptakan software AI-generated yang bisa bersaing di pasar. Jika sukses, ini bisa mengganggu industri, meskipun skeptisisme muncul terkait kelayakan simulasi penuh tanpa intervensi manusia.
Proyek ini menandai langkah berani Musk dalam perlombaan AI global, dengan potensi mengubah cara perusahaan software beroperasi. Pantau terus update dari xAI untuk melihat apakah Macrohard benar-benar menjadi “pembunuh” Microsoft seperti yang diharapkan.
(HN/AI)






