Home Berita Janeng, Primadona di Pekan Kreatifitas Pangan Lokal 2025.
Berita

Janeng, Primadona di Pekan Kreatifitas Pangan Lokal 2025.

Share
peserta lomba mengolah makanan berbahan dasar janeng di acara pekan Kreatifitas pangan lokal 2025 di Banda Aceh pada hari Pangan/ Foto.Ist
Share

Pada peringatan hari pangan sedunia, TP PKK Aceh berkolaborasi dengan Lembaga Pengabdian dan Penelitian Universitas Syiahkuala (LPPM USK) Dinas Pangan Aceh, Katahati Institute dan LKPP  mengadakan kegiatan Pekan Kreatifitas Pangan Lokal 2025.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di kuala vileg Kota Banda Aceh, janeng (Dioscorea Hispida Denst) yang dikenal luas sebagai umbi beracun menjadi primadona untuk salah satu pangan lokal di Aceh. ada 20 tim penggerak PKK yang ambil bagian dalam kegiatan mengolah pangan lokal janeng menjadi makanan.

Setiap peserta menampilkan kreasi terbaik mereka dengan bahan utama janeng—pangan lokal khas Aceh yang memiliki potensi besar sebagai sumber gizi alternatif.

Lomba ini terbagi dalam empat kategori, yaitu makanan utama, makanan ringan/penganan, minuman/produk olahan modern, dan jajanan pasar.

Penilaian dilakukan berdasarkan cita rasa dan originalitas, inovasi dan kreativitas, nilai gizi dan khasiat, estetika penyajian, serta potensi komersialisasi.

Menariknya, berbagai menu unik dengan tampilan modern disajikan dalam acara tersebut dan berhasil memikat perhatian pengunjung. Diantaranya terdapat cendol, churros janeng dengan taburan gula halus kayumanis hingga brownies janeng. Bahkan juga ada nugget janeng, dan beragam olahan modern lain yang membuktikan fleksibilitas bahan pangan lokal ini untuk diolah secara kreatif dan bernilai jual tinggi.

Ajang yang diikuti berbagai kabupaten/kota se-Aceh tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal, khususnya Janeng (sejenis umbi-umbian) menjadi aneka olahan modern namun tetap bernilai gizi dan berkarakter lokal.

Tujuan dari kegitan ini adalah untuk mengangkat potensi pangan lokal janeng melalui inovasi dan diverivikasi produk sekaligus meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Janeng, bahan utama olahan makanan di pekan kreatifitas pangan lokal 2025 di Banda  Aceh/Foto.ist

Direktur Katahati Institute menyampaikan bahwa lomba ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan pangan lokal.

“Melalui lomba cipta menu ini, kita ingin menunjukkan bahwa janeng dapat diolah menjadi pangan modern tanpa kehilangan nilai tradisionalnya. Ini langkah kecil namun penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pangan lokal,”ujarnya.

Selain lomba, area kegiatan juga diramaikan oleh expo produk UMKM berbasis pangan lokal, di mana pengunjung dapat mencicipi beragam olahan dari janeng serta produk unggulan perempuan pelaku usaha dari berbagai daerah di Aceh.

Hasil olahan Janeng dan Gula aren ibu-ibu samar kilang di pasarkan di Bali 2023/ Foto: Dok. Katahati Institute.

Wakil Ketua TP PKK Aceh, Mukarramah melalui ketua bidang 3 Sandang, Pangan dan Tata Laksana Rumah Tangga, Syarifah Hasna mengatakan bahwasannya Janeng telah lama menjadi bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat Aceh, terutama di wilayah pedesaan, namun sayangnya potensi besar janeng belum sepenuhnya kita optimalkan.

“Selama ini, janeng dianggap sebagai pangan alternatif atau cadangan saat paceklik, padahal sesungguhnya ia memiliki nilai gizi yang tinggi kandungan karbohidrat yang besar serta potensi ekonomi yang menjanjikan bila diolah dengan inovasi dan teknologi,”Jelasnya.

Ia juga berharap kegiatan ini bisa mengubah cara pandang masyarakat, bahwasannya pangan lokal bukanlah pangan kelas dua. Pangan lokal adalah warisan, identitas dan sekaligus solusi untuk ketahanan pangan di masa depan.

Ia juga berharap GARDA PALA (Gerakan Sadar Diverivikasi pangan lokal- hadir sebagai gerakan bersama, agar kita lebih mencintai, mengolah dan memanfaatkan kekayaan pangan yang ada di sekitar kita.

Selain itu, ketua Darma Wanita Universitas Syiahkuala Prof.Dr.Ir.Eti Indarti M.Sc juga menekankan tentang pentingnya pengembangan potensi pangan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“USK tentunya siap mengambil peran dalam mengembangkan inovasi dan teknologi serta berkolaborasi dengan semua pihak demi terwujudnya upaya tersebut”ungkap Eti yang juga Dosen Teknologi Hasil Pertanian FP USK tersebut.

Pada pekan kreasi pangan lokal 2025, yang mengangkat tema tentang Janeng juga dilaksanakan seminar nasional dengan tema ‘janeng sebagai bahan pangan alternatif: potensi, tantangan dan inovasi’, dengan pembicara Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Dinas Pangan Aceh. Afrizal. Direktur Katahati Institute Raihal Fajri, Akademisi USK Dr.Muhammad Yasar dan owner Geutanyoe Perfum (berbasis janeng) Muhammad Haiqal.

Dalam pemaparannya Direktur Katahati, Raihal Fajri, mensharing aktivitas pemberdayaan masyarakat yang selama ini dilakukan lembaganya di Samar Kilang, Bener Meriah. Mereka sukses mengangkat potensi lokal berupa janeng.

Masyarakat Samar Kilang sudah tidak sekedar memanfaatkan janeng liar yang tumbuh di hutan, melainkan sudah membudidayakannya.

“Kami punya 2 hektar demplot budidaya janeng disana untuk menyangga kebutuhan produksi terutama tepung janeng”ungkap Raihal.

Sedangkan Akademisi USK, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc mengungkapkan keberhasilan pihaknya melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) antara USK dengan Perguruan Tinggi Mitra USU Medan dan Unand Padang yang dilakukan di Desa Riting Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan yang dilatarbelakangi keberhasilan KKN USK 2024 tersebut berhasil mengintroduksi inovasi berupa pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Pengupas, Perajang, Penghilang racun, Pengering, dan Penepung. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi janeng melalui diversifikasi untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Kedepannya janeng tidak hanya dijjadikan sebagai bahan olahan makanan saja, tetapi memiliki nilai tambah dan nilai ekonomi yang tinggi karena pemanfaatan dengan inovasi baru di bidang industri kecantikan salah satunya untuk bahan baku pembuatan parfum.

 

Share
Related Articles
BeritaHeadline

Satu Pendaki Gunung Seulawah Agam Belum di Temukan, Tim SAR Masih Laukan Pencarian

Seorang pendaki asal Kabupaten Aceh Utara dilaporkan hilang di kawasan Gunung Seulawah,...

Berita

Jumlah Penumpang di Bandara SIM Mengalamai Penurunan di Idul Adha 1447 H

Pergerakan penumpang angkutan udara selama periode Idul Adha 1447 Hijriah di Bandara...

Berita

Warga Pintu Rime Gayoe Perbaiki Akses Jalan Nasioanal Takengon-Bireuen

Enam Bulan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh masih banyak fasilitas publik yang...

Jemaah Haji Aceh bertola dari Mekah ke Madinah pada 8 Juni 2026 Foto : Dok.PPIH Aceh
Berita

Arab Saudi Pastikan Haji 1447 H Bebas Wabah, Lebih dari 2,5 Juta Layanan Kesehatan Diberikan

DIGDATA.ID – Arab Saudi melaporkan keberhasilan penyelenggaraan layanan kesehatan selama musim Haji...